Minggu, 30 Agustus 2015

“Kampoeng UKM dan Gebyar UKM” : Potret Kecil Kegiatan UKM di Universitas Airlangga



          Serangkaian kegiatan PPKMB Amerta telah usai. Kegiatan penyambutan mahasiswa baru tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, terutama dalam hal pengenalan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa. Di Universitas Airlangga terdapat 38 jenis UKM yang bergerak dalam berbagai divisi diantaranya divisi olahraga, divisi seni, divisi khusus, divisi kerohanian, dan divisi bela diri. Mungkin para mahsiswa baru masih bertanya-tanya, sebenarnya apa tujuan mengikuti UKM. Universitas menyediakan UKM sebagai sarana pengembangan bakat mahasiswa pada bidang yang mereka sukai, di UKM kita tidak hanya bisa mengembangkan bakat, namun juga bisa berlatih untuk memimpin dan dipimpin layaknya kita mengikuti organisasi yang lain. Di tahun sebelumnya, pameran UKM dilaksanakan di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) namun tahun ini dikemas secara berbeda dengan nama Kampoeng UKM dan Gebyar UKM. Kampoeng UKM dilaksanakan di Danau Kampus C Unair pada tanggal 24-27 Agustus 2015. Sedangkan Gebyar UKM puncak pengenalan UKM dilaksanakan di Gedung ACC pada tanggal 28 Agustus 2015.
          UKM Teater bergerak dalam divisi seni, di UKM ini, mahasiswa dapat melatih kemampuan akting, dan juga public speaking. Mengapa dapat melatih kemampuan public speaking? Karena dengan mengikuti UKM ini, mahasiswa terbiasa percaya diri dihadapan publik. Tentunya skill ini sangat dibutuhkan oleh seorang mahasiswa baik untuk keperluan akademik maupun non akademik. Di Kampoeng UKM, UKM Teater menempati stand no.27 dengan penjaga stand yang unik, karena setiap penjaga stand memakai make up untuk menampilkan berbagai karakter seperti karakter hantu, kuntilanak, ustad dan lainnya. Kampoeng UKM dimulai pukul 9.00-16.00 WIB, para mahasiswa baru yang tertarik untuk bergabung dengan UKM Teater mengisi log book yang berisi nama, fakultas, serta nomor hp mereka. Setiap stand dari UKM menampilkan apa yang menjadi identitas UKM mereka, tentunya dilengkapi juga dengan dekorasi stand yang unik. Setiap UKM juga diberi kesempatan untuk tampil di panggung, mementaskan apa yang mereka rencanakan.  
       

                                               Penampilan UKM Teater saat "Kampoeng UKM"
                                                Penjaga stand UKM Teater Mata Angin
                                            Penjaga stand UKM Teater Mata Angin

                                               Penjaga stand UKM Teater Mata Angin




                                                    Para pemain "Gebyar UKM"
Gebyar UKM adalah puncak dari acara pengenalan UKM yang diisi dengan pementasan di gedung ACC. UKM yang berasal dari divisi seni(Teater, Paduan Suara, Orchestra, Unit Kegiatan Tari dan Karawitan) membentuk kolaborasi unik yang mampu mengalihkan perhatian para penonton. Kegiatan pengenalan UKM ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi para mahasiswa baru , dan mereka dapat memilih UKM manakah yang akan diikuti. 

Jumat, 14 Agustus 2015

Renoviesta Pesta Penyambutan Anggota Baru dan Kebangkitan UKM Teater Mata Angin 2015

Hai blogger, salam budaya !!!. Sudah tahu tentang Renoviesta ?? Jadi Renoviesta adalah Sebuah pementasan tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Teater Mata Angin Universitas Airlangga. Renoviesta berasal dari 2 kata yaitu Renovatio dan Viesta, Renovatio artinya Kebangkitan, sedangkan Viesta adalah Pesta, jadi Renoviesta berarti pesta kebangkitan. Pementasan ini sebagai upaya penyambutan anggota baru dari UKM Teater Mata Angin sendiri. Renoviesta juga bertujuan untuk menampilkan apa yang telah dipelajari oleh anggota baru selama 1 tahun, diantaranya adalah gestur, vokal, mimik, musik, dan sebagainya. “Harapannya dengan adanya anggota baru, UKM Teater Mata Angin Unair semakin jaya, semakin hebat, semakin unggul, semakin kompetitif “ ujar Ketua Renoviesta 2015 Wahyu Mega Lestari mahasiswi Fakultas Perikanan dan Kelautan 2013. 
Nah untuk Renoviesta tahun ini bertemakan “Rok Mini” atau Roda Kehidupan Masa Kini yang direalisasikan dalam penampilan 2 kelompok yaitu kelompok 1 yang menampilkan naskah drama Pada Suatu Hari yang disutradarai oleh Bryan Ahmad A.L mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan 2014 (Naskah Kelompok 1) dan kelompok 2 yang menampilkan naskah drama Inong, Dongeng Rumah Jalang dengan Sutradara Adi Mustofa mahasiwa Fakultas Ekonomi Bisnis 2014 ( Naskah Kelompok 2). Beberapa inovasi pada Renoviesta tahun ini diantaranya adalah penggabungan berbagai macam seni tidak hanya seni teatrikal, namun ada seni musik yang berupa penampilan ryro beatbox, biola dan saxophone. Personil ryro beatbox adalah Ryan Adhi Triatmadja dan Roihan Ramadhan (FPK 2013), pemain biola Ined Violint(FPK 2012). Sedangkan pemain saxophone adalah Adit mahasiswa FPK. 
Pada pementasan Renoviesta ini, Bapak Puji Karyanto dosen dari Fakultas Ilmu Budaya Unair sekaligus pembina UKM Teater menentukan Best Actor, Best Actress, Best Performance, Best Crew. Best Acrtor diraih oleh Adi Mustofa (FEB 2014), Best Actress Iga Ayu (FISIP 2014), Best Performance Kelompok 1, Best Crew Kelompok 2. 
  Sutradara dari kiri Adi Mustofa(FEB 2014) Bryan Ahmad(FKH 2014)


  Kelompok 2. Dari kiri Nina Sagitha(FKH 2014), Ayub Ashari (FF 2014)


                                     Foto bersama seluruh pemain dan crew




































Jumat, 07 Agustus 2015

©©© PENGUMUMAN ©©©


      Berikut ini adalah nama-nama sekolah dari peserta-peserta lomba menulis naskah drama dan puisi "RENOVIESTA 2015", bagi yang nama sekolahnya telah tercantum berarti sertifikat peserta sudah dikirim ke sekolah masing-masing. Bagi yang merasa nama sekolahnya belum tercantum atau Sertifikat telah sampai akn tetapi namanya salah, mohon menghubungi CP teater mata angin. Terimakasih. ^_^



SMAN 16 SBY
SMAN 1 KAUMAN TULUNGANGUNG
SMAN 4 SIDOARJO
SMAN 1 SIDAYU
SMAN 1 BADEGAN PONOROGO
SMAN 20 SBY
SMAN 1 SAMPANG
SMAN 1 BANGKALAN
SMAN 3 BANGKALAN
SMAN 1 PLEMAHAN
SMAN 1 TRENGGALEK
SMAN 1 LAMONGAN
SMAN 1 MALANG
SMAN 1 PACITAN
SMAN 1 PURI MOJOKERTO
SMAN 1 GRESIK
SMA PGRI 1 GRESIK
SMAN 1 KAUMAN TULUNGAGUNG
MAN 2 PONOROGO
SMAN 1 NGAWI
SMAN 2 NGANJUK
SMAN 1 KREMBUNG
SMAN 1 PORONG
SMAN 1 SUTOJAYAN
SMAN 1 SAMBIT PONOROGO
SMK GIKI 1 SBY
SMAN 1 JETIS PONOROGO
SMAN KESAMBEN JOMBANG
MA ITMAMUNNAJAH
SMAN 1 SIDOARJO
SMKN 12 SBY
SMAN 15 SBY
SMAN 2 KEDIRI
SMAN 1 PARE
SMAN 3 MOJOKERTO
SMAN 1 BOJONEGO
SMAN 1 PONOROGO
SMAN 3 PROBOLINGGO
SMAN MODEL TERPADU BOJONEGORO
SMA 1 PASURUAN
SMAN 2 SBY
SMAN 6 SBY
SMAN 1 KEPANJEN
SMKN MOJOAGUNG
SMA GEMA 45 SBY
MA TMI AL-AMIEN PRENDUEAN SUMENEP

Kamis, 09 Juli 2015

Daftar Pengurus UKM Teater Mata Angin Periode 2015-2016



Badan Pengurus Inti     


Bidang Art
 
Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia

Bidang Kesekretariatan

 
Bidang Penelitian dan Pengembangan

Bidang Komunikasi dan Informasi



Inong : Dongeng Rumah Jalang


Berawal dari kebingungan seorang seniman jalanan (Sandek) perihal ingatannya yang semakin rapuh yang tanpa ia sadari didengar oleh seorang politikus (Madrani). Tidak ada masalah yang ingin mereka ceritakan diawal sampai bangku dan pohon tempat mereka bertemu itu menjadi saksi bisu keanehan dunia yang mereka anggap biasa saja. WANITA, itulah yang mereka peerdebatkan. Lelaki yang meng-agung-kan seorang wanita yang bukan istrinya dan politikus wanita yang juga membanggakan teman ‘wanita’ tangguhnya. Terlihat  mereka berdua tidak memiliki kecocokan sama sekali, ejekan ceplas-ceplos ala seniman  dan sindiran sarkasme khas politikus pun mewarnai perbincangan mereka malam hari itu.  Pertemuan mereka diakhiri dengan perjanjian untuk mempertemukan wanita siapa yang lebih hebat diantara mereka.
Di waktu yang sama seorang pemuda (Silay) dari kalangan terpelajar sedang mendatangi sebuah bangunan yang dijuluki ‘rumah jalang’. Sebelum berhasil masuk ke dalam rumah itu, Silay dihadang oleh seorang banci kaleng (Dini) yang menawarkan paket istimewa ala banci. Godaan berat dari banci kelas kakap Silay hiraukan karena wanita yang ia inginkan adalah Inong bidadari rumah jalang. Suasana romantis dan sedikit nakal mewarnai pertemuan mereka sebelum akhirnya Inong memutuskan untuk berhenti dan keluar dari lubang masa lalunya. Tanda tanya besar itupun terjawab setelah Inong dengan air mata dan suara renta nya mengungkapkan sebuah rahasia besar bahwa ia terjangkit shipilis akud. Kemarahan Silay yang mengetahui bahwa ia tertular penyakit kotor itu sempat Inong rasakan sebelum ia pergi meninggalkan rumah jalang. Di luar rumah nampak ibu-ibu yang sempat menguping pembicaraan mereka. Mereka sangat senang akan kepergian Inong yang berarti perginya kutukan dari tempat itu.
Sandek masuk ke rumah jalang untuk mencari wanita yang memberinya inspirasi atas semua karya seni nya itu. Namun yang ia temukan hanya seorang pemuda yang tertunduk lemah di sudut ruangan. Sandek mempertanyakan keberadaan Inong kepada Silay, tapi jawaban Silay hanyalah kondisi kotor Inong yang tersirat tanpa mampu dibaca Sandek. Silay yang merasa terhina karrena Sandek terus membanggakan Inong dan bercerita bahwa dia lah lelaki terbaik di rumah jalang membuat Silay menyombongkan dirinya pula dan lupa sejenak akan kebenciannya pada Inong. Masuklah Madrani yang juga menyombongkan kehebatannya akan wanita yang menjadi syahwat politiknya. Mereka semua memperebutkan satu wanita, yaitu Inong. Silay yang tidak tahan akhirnya memberitahu bahwa Inong menderita penyakit kelamin. Rasa bangga mereka terhadap Inong berubah menjadi kebencian yang tidak dapat terbendung. Mereka meninggalkan rumah jalang saat itu juga untuk berpencar mencari Inong.
Ketiga orang itu telah merasakan kebencian Inong. Mereka terkapar lemah tak berdaya di tempat masing-masing. Namun pikiran mereka tertuju pada penyesalan akan apa yang telah mereka perbuat. Inong terus hadir dalam bayangan mereka seolah telah puas dan tanpa penyesalan telah berhasil menularkan penderitaan yang selama ini ia rasakan. Orang-orang yang berbeda dalam segala hal namun memiliki satu persamaan, yaitu perempuan. Berikut ini adalah pemeran naskah Inong pada pementasan Rennoviesta
1.       Inong                    : Maharani Fauziah (Sastra Indonesi 2014)
2.       Sandek                 : Adi Mustofa (Manajemen 2014)
3.       Madrani               : Nina Sagitha Pratiwi (Pendidikan Dokter Hewan 2014)
4.       Silay                    : Ayub Ashari (Pendidikan Apoteker 2014)
5.       Banci                   : Deni Setiawan (Antropologi 2014)
6.       Ibu Rumpi 1        : Ilma Abidina Cahya (Biologi 2014)

7.       Ibu Rumpi 2        : Sri Umida Setyaningsih (Budidaya Perairan 2014)

Jumat, 03 Juli 2015

Pada Suatu Hari

Sutradara : Bryan Lubis(FKH 2014)

Karya: Arifi C. Noor
Versi: RENOVIESTA 2015 TEATER MATA ANGIN UNAIR

            Naskah ini mengisahkan tentang pasangan suami isteri yang sudah tua. Mereka baru saja mengadakan sebuah pesta atas ulang tahun pernikahanannya, sejak muda dulu hingga saat itu mereka selalu melakukan hal yang romantis.hingga akhirnya beberapa hari setelah pesta itu datanglah seorang janda (Nyonya Wenas) yang bertujuan ingin meminta maaf kepada pasangan suami istri tersebut (nenek dan kakek) atas ketidak hadirannya dalam pesta ulang tahun pernikahan mereka. Nenek tahu jika janda tersebut yang merupakan kekasih kakek pada saat muda dulu itu memang tidak diundang kemudian marah besar kepada kakek. Kekesalan nenek semakin bertambah lantaran Joni yang merupakan pembantunya memberikan es susu yang merupakan kesukaan nyonya Wenas. Nenek yang marah besar akhirnya meminta bercerai dengan kakek. Kakek yang berusaha meminta maaf dan menenangkannya pun tidak sanggup merubah keputusan nenek.

            Nenek dan kakek bertengkar hebat, tiba tiba datanglah anak tertua mereka (Nita) untuk berkunjung, Nita hanya bisa terdiam melihat pertengkaran itu. Kemudian datanglah adik Nita (Novia) dengan membawa pakaian pakaiannya dan anaknya seolah olah orang yang akan pergi dari rumah. Ternyata benar saja, Novia berencana pergi dari rumahnya karena sedang bertengkar denang suaminya (Vita) lantaran Novia cemburu kepada seorang pasien Vita, kemudian ia meminta cerai kepada suaminya. Nenek dan kakek yang mengetahui cerita itu kemudian menasihati Novia tanpa sadar jika mereka juga mengalami hal yang sama. Keadaan mulai memanas ketaka anak Novia (Meli) hilang saat bermain ikan di kolam dengan Joni, yang ternyata telah dibawa pulang oleh Vita ayahnya sendiri. Novia pun sadar akan kesalahannya. Nita dan Novia kemudian berpamitan pulang. Nenek dan kakek yang lupa atas masalahnya sendiri kembali mesra seperti biasa hingga akhirnya Joni datang dengan membawa dua gelas es susu yang mengingatkan nenek kepada nyonya Wenas, nenekpun marah kembali kepada kakek. Ternyata dibalik kepolosan Joni, dia menyimpan dendam yang besar kepada keluarga nenek dan kakek dan dia telah bersekongkol dengan nyonya wenas untuk merusak hubungan nenek dan kakek. Berikut ini adalah nama pemeran dari naskah Pada Suatu Hari di acara Renoviesta :
1. Kakek                : Fandi Firmansyah (Fisika 2014)
2. Nenek                : Conny Nadia (Pendidikan Apoteker 2014)
3. Nyonya Wenas  : Iga Ayu Rizki ( Ilmu Politik 2014)
4. Novia                : Furinanda Prima Waliyanisa (Pendidikan Dokter Hewan 2014)
5. Nita                   : Mila (Pendidikan Dokter Hewan 2014)
6.Joni                    : Ramadhana Yoga P (Pendidikan Dokter Hewan 2014)
7. Sopir                 : Dimas Prayogi (Pendidikan Apoteker 2014)
8. Anak Novia      : Fatma Rahmania ( Pendidikan Dokter Hewan 2014)



Kamis, 14 Mei 2015


UKM Teater Mata Angin Universitas Airlangga
dengan bangga mempesembahkan

--RENOVIESTA 2015--
yang merupakan acara tahunan daru UKM Teater Mata Angin UNAIR yang mengangkat tema ROK MINI (Roda Kehidupan Masa Kini) Pada tahun ini akan menampilkan cerita "PADA SUATU HARI" dan "INONG, DONGENG RUMAH JALANG" dan penampilan bintang tamu keren dari Teater Tiyang Alit ITS, RYRO BEATBOX, INED VIOLIN dan GILANG SAXOPHONE

acara diselenggarakan pada
-hari / tanggal : JUMAT, 22 MEI 2015 pukul 18.00 WIB
-tempat : GEDUNG KESENIAN CAK DURASIM SURABAYA

FREE ENTRY GUYS!!!

Tak enteni yo rek. Ajak teman, sahabat, pacar, gebetan lan keluargamu pisan smile emotikon

for more info:
SHOKHI 08977311243
FB : Teater Mata Angin UNAIR
TWITTER : MataAngin_UA
BLOG : temaunair.blogspot.com

#RENOVIESTA2015
#ROKMINI
#TEATERMATAANGINUNAIR
#MakeitSPECTACULAR!!